Friday, December 05, 2008

Para Pencari Tante

Ada2 saja ulah orang itu ya.

Masa posting nyeritain komputer yang di tanyain tante-tante

Wednesday, January 23, 2008

Having Sex

Pohon-pun tak ingin kalah dalam hal bercinta heuehueue


Bunga Mawar

Bunga mawar hasil jepretan di depan rumah











Wednesday, January 16, 2008

Foto (Gambar) Bus Trans Jogja

Ini dia bus Trans Jogja itu. Setelah saya menunggu launching-nya yang belum jadi-jadi juga, akhirnya saya mendapatkan screen shoot atau gambar atau foto dari bus Trans Jogja.
Kebetulan Kompas edisi Selasa 15 Januari 2008 menampilkan foto moda tranportasi baru di Jogja tersebut.



Gbr di ambil dari Kompas edisi Selasa 15 Januari 2008

Trans Jogja



Sempet terheran2 melihat banyak pembangunan shelter bus di beberapa ruas di jalanan Jogja. Ada apa ada apa to? E, ternyata Jogja-ku ini akan punya moda transportasi baru ternyata. Mirip2 ama busway di Jakarta, bedanya kalo Trans Jogja gak punya jalur tersendiri. Sebagai bocoran :

  1. Bus akan beroperasi mulai pukul 05.00 - 22.00 WIB
  2. Tarif untuk masyarakat umum Rp. 3.500 dan untuk pelajar/mahasiswa Rp. 2000,00 dengan sistem pembayaran elektronik (CardAcess)
  3. Pembayaran dapat digunakan untuk single trip atau berlangganan
  4. Bus berkapasitas 22 orang berdiri dan 19 orang berdiri serta menyediakan tempat untuk difabel
  5. Bus memiliki fasilitas AC
  6. Bus hanya akan berhenti di shelter - shelter yang tersedia dengan pintu otomatis
  7. Pada tahap awal bus ini akan menempuh 6 jalur berikut :

Rute 1A/1B : Candi Prambanan, S3 – Maguwo, Jl. Laksa Adisucipto, Jl. Sudirman, Jl. P. Mangkubumi, Malioboro, Jl. A. Yani, Jl. Trikora, Jl. Ibu Ruswo, Jl. Sultan Agung, Jl. Kusumanegara, JEC, Jl. Janti, Jl. Ringroad Janti, Jl. Solo, Bandara Adisucipto, Candi Prambanan.

Rute 2A/2B :Terminal Jombor, Jl. Magelang, Jl. Diponegoro, Jl. P. Mangkubumi, Maliboro, Jl. A. Yani, Jl. Trikora, Jl. Ibu Ruswo, Jl. Brigjend Katamso, Jl. Kol. Sugiyono, Jl. Perintis Kemerdekaan, Jl. Ngeksigondo, Jl. Gedong Kuning, Jl. Kusumanegara, Jl. Cendana, Jl. Gayam, Jl. Sutomo, Jl. Yos Sudarso, Jl. Wahidin, Jl. Sudirman, Jl. Cik Di Tiro, Jl. Colombo, Jl. Gejayan, Jl. Ringroad Utara, Monumen Jogja Kembali, Terminal Jombor

Rute 3A/3B :Bandara Adisucipto, S3 – Maguwo, Ringroad Utara, Terminal Condongcatur, Jl. Kaliurang, Jl. C. Simanjuntak, Jl. Sudirman, Jl. Diponegoro, Jl. Tentara Pelajar, Jl. Pasar Kembang, Malioboro, A. Yani, Trikora, Alun-Alun Utara, Ngasem, Pojok Beteng Barat, Pojok Beteng Timur, Jl. Kol Sugiyono, Jl. Perintis Kemerdekaan, Jl. Ngeksigondo, Jl. Gedongkuning, JEC, Jl. Janti, Ringroad Janti, Bandara

Silahkan cek beritanya di sini atau di sini.

Tuesday, January 15, 2008

In My Deepest Dream

Sekelebat bayangan mentari jatuh di pelupuk mata, membawa sejuta rona indah tiada tara. Suatu sore di penghujung akhir Januari 2008, pada sebuah taman di sebuah negeri impian.
Jerit jangkrik mulai bernyanyi silih berganti, saling berlomba memutar kasidah-kasidah mimpi-ku yang tak berujung. Saling berebut memamerkan suara indahnya, ditemani cecurut-cecurut yang berlarian.

Masih saja sepi. Tak ada teman dan kawan. Malam ini aku kembali sendiri, demi melupakan sejenak kepenatan-kepenatan setelah membanting tulang demi sesuap nasi, untuk bertahan hidup. Ah, ketenangan dan kedamaian itu hanya fantasi. Aku masih saja terjebak dalam kekonyolan. Haru biru sebuah ironi dari sebuah benda yang bernama laptop. Benda yang sehari-hari membuat-ku berkelana ke ujung dunia tanpa batas itu kini teronggok, seakan tak berguna.

Capai benar, aku membawa benda berbobot 2.5kg itu di pundakku. Menyusuri tetaman-an yang menjanjikan surga hotspot gratis, demi sebuah kenyamanan hidup. Apakah laptop itu terlalu berat untuk-ku yang sudah mulai renta? ataukah ASUS Eee PC 4G bisa menjadi solusi hidup yang semakin kompleks ini?

Memang aku harus segera beralih ke ASUS Eee PC 4G, notebook kecil dengan sejuta impian bisa kuandalkan disana.
Demi menemani hari-hariku mengarungi belahan dunia tanpa batas bernama internet, dari mana saja aku inginkan.


Pisang Goreng isi Coklat

Mudah saja membuatnya :
1. Siapkan pisang Kepok secukupnya
2. Terigu, air, garam, dan gula pasir secukupnya. Aduk jadi satu adonan.
3. Meses coklat

Cara membuat :
Potong pisang Kepok jadi 2 bagian. Lalu potongan di belah menjadi 2.
Masukan taburan meses coklat kedalam belahan pisang, lalu celupkan kedalam adonan terigu.
Goreng dengan minyak panas.

Siap di hidangkan dan jangan lupa sajikan selagi hangat.



Bakso Mbak Ragil

Bakso urat sapi dengan banyak cabang di Jogjakarta. Silahkan di nikmati di Jln. Bantul, Jl. Wates, Jln. Parangtritis, Selatan Pasar Bantul dengan Rp. 4500/Porsi.

Tuesday, January 08, 2008

Bunga Rerumputan

Bunga rerumputan yang tumbuh di depan rumah



Euphorbia

Nih bunga awet banget masa mekarnya. Bisa berminggu-minggu.

Adenium

Bunga adenium yang ada di halaman rumah









Monday, January 07, 2008

Berburu Ikan Hiu

Berburu ikan hiu di pantai Depok, Bantul, Yogyakarta.
Untuk ukuran ikan sebesar itu dihargai Rp.35000. Cukup murah bukan?

Bunga Desember

Entah mengapa, bunga desember ini mekar di bulan Januari.

Embun di Bunga Anggrek Tanah

Saya suka sekali sama poto ini, tetesan embun yang menempel sungguh sangat indah di pandang mata.

Mie Ayam Ceker

Mie yang lumayan seger, cukup Rp.3500/mangkok. Silahkan sambangi di Jalan Parangtritis, Selatan STIEKER.



Bakso Pak Narto

Bakso dengan cita rasa bakso yang mak nyus.
Bisa di nikmati Rp. 5000/mangkok. Silahkan sambangi di Jln. Kolombo selatan gedung FPOK UNY

Wednesday, November 14, 2007

Ada Karena Tidak Ada

Udah beberapa hari gak publish posting baru, gara-gara gak ada bahan untuk ditulis. Meskipun sudah mencoba-coba mencari ide di jalan sambil berangkat kerja, atau saat nongkrong melepas rutinitas seperti biasa di kamar pagi heueheu. Teuteup aja blank. Walhasil beberapa hari ini cuma kelililing-keliling dan baca-baca blog temen.

Daripada gak ada yang dipublish, akhirnya saya menulis seadanya di postingan ini. Tapi setelah dipikir-pikir, ternyata pencarian ide beberapa hari ini ternyata percuma saja, karena apa? karena ketiadaan ide untuk menulis, ternyata bisa dijadikan bahan untuk dijadikan topik tulisan, jadi saya tidak perlu mencari-cari yang tidak ada menjadi ada. karena sesuatu yang tidak ada bisa menjadi ada. Mau bukti? ya tulisan ini contonya.

Anda pusing? Sama dong ama saya.